LIVE CHAT

https://tawk.to/chat/67b5bdddd0e263191249675d/1ikeura9t

Fenomena Langka Hujan Salju di Arab Saudi, Ketika Gurun Pasir Berselimut Putih

 

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, kawasan Al-Jawf di Arab Saudi menyaksikan fenomena langka hujan salju yang mengubah lanskap gurun pasir menjadi pemandangan musim dingin yang memukau. Peristiwa tak terduga ini terjadi setelah badai hujan lebat dan hujan es melanda wilayah Kerajaan Arab Saudi pada awal November 2024.

Fenomena langka hujan salju di Arab Saudi ini telah menarik perhatian dunia, dengan berbagai foto dan video viral di media sosial menampilkan pemandangan menakjubkan gurun pasir yang tertutup salju. Transformasi dramatis dari lanskap gersang menjadi hamparan putih ini tidak hanya mengejutkan penduduk lokal tetapi juga para ahli cuaca

National Centre of Meteorology (NCM) Uni Emirat Arab melaporkan bahwa fenomena ini terkait dengan sistem tekanan rendah yang berasal dari Laut Arab dan meluas hingga Oman. Kondisi cuaca tidak biasa ini telah membawa udara yang kaya kelembaban ke wilayah yang biasanya kering, menghasilkan perubahan signifikan dalam pola cuaca regional.

Untuk memahami hujan salju di Arab Saudi ini, simak penjelasan selengkapnya berikut ini sebagaimana telah dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Sabtu (9/11/2024).

Untuk memahami hujan salju di Arab Saudi ini, simak penjelasan selengkapnya berikut ini sebagaimana telah dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Sabtu (9/11/2024).


Penyebab Ilmiah di Balik Fenomena Langka

Fenomena langka hujan salju di Arab Saudi merupakan hasil dari serangkaian peristiwa meteorologis yang kompleks dan saling terkait. Para ahli dari National Centre of Meteorology (NCM) Uni Emirat Arab telah mengidentifikasi beberapa faktor kunci yang berkontribusi terhadap terjadinya peristiwa bersejarah ini. Pemahaman tentang mekanisme di balik fenomena ini penting untuk mengantisipasi kemungkinan terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Sistem Tekanan Rendah

Faktor utama yang memicu fenomena ini adalah terbentuknya sistem tekanan rendah di Laut Arab. Sistem ini bergerak dari Laut Arab dan meluas hingga wilayah Oman, membawa massa udara yang kaya akan kelembaban. Kondisi tekanan rendah ini menciptakan area sirkulasi udara yang kuat, memungkinkan transportasi uap air dalam jumlah besar ke wilayah yang biasanya kering. Pergerakan massa udara lembab ini tidak biasa terjadi di kawasan gurun Arab Saudi yang terkenal dengan kondisi atmosfer yang sangat kering.

Pertemuan Massa Udara

Ketika massa udara lembab dari Laut Arab bertemu dengan suhu ekstrem gurun, terjadi konflik dramatis dalam atmosfer. Udara lembab yang relatif hangat dari laut dipaksa naik ketika bertemu dengan udara dingin di atas wilayah gurun, menciptakan kondisi yang sangat tidak stabil. Proses ini menghasilkan awan-awan badai yang besar dan kuat, yang kemudian memicu terjadinya hujan lebat dan pembentukan es di atmosfer. Intensitas pertemuan massa udara ini diperkuat oleh perbedaan suhu yang ekstrem antara udara laut dan gurun.

Pola Cuaca Tidak Biasa

Kombinasi dari hujan lebat dan suhu udara yang tidak biasa dingin menciptakan kondisi ideal untuk pembentukan salju. Suhu permukaan yang biasanya sangat tinggi di gurun mengalami penurunan drastis akibat hujan lebat berkelanjutan. Ketika suhu udara di dekat permukaan turun di bawah titik beku, tetesan air yang jatuh sebagai hujan berubah menjadi kristal es dan salju. Pola cuaca tidak biasa ini diperkuat oleh sistem tekanan rendah yang bertahan selama beberapa hari, memungkinkan akumulasi salju yang cukup untuk menutupi lanskap gurun.

Faktor Topografi

Kondisi topografi wilayah Al-Jawf juga memainkan peran penting dalam fenomena ini. Daerah pegunungan dan dataran tinggi di wilayah tersebut membantu proses pendinginan udara dengan cepat saat massa udara lembab bergerak naik mengikuti kontur permukaan. Ketinggian ini memberikan kondisi tambahan yang diperlukan untuk mengubah hujan menjadi salju, terutama di area-area yang lebih tinggi di mana suhu udara lebih rendah.

Waktu dan Musim

Timing dari fenomena ini juga berkontribusi pada terjadinya hujan salju. Meskipun Arab Saudi terkenal dengan iklim panasnya, bulan November merupakan bagian dari musim dingin di wilayah tersebut, di mana suhu bisa turun cukup signifikan, terutama di malam hari. Kombinasi waktu yang tepat dengan faktor-faktor meteorologis lainnya menciptakan kondisi yang sempurna untuk terjadinya fenomena langka ini.

Posting Komentar

0 Komentar