LIVE CHAT

https://tawk.to/chat/67b5bdddd0e263191249675d/1ikeura9t

IHSG Terpangkas 2,9% Usai Donald Trump Menang di Pilpres AS

 

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada periode 4-8 November 2024. Koreksi IHSG didorong sentimen global dan internal.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (9/11/2024), IHSG tersungkur 2,91 persen menjadi 7.287,19 dari pekan lalu di posisi 7.505,25. Kapitalisasi pasar saham juga merosot selama sepekan. Kapitalisasi pasar turun 2,86 persen menjadi Rp 12.241 triliun dari pekan lalu Rp 12.601 triliun.

Selama sepekan, investor asing jual saham Rp 4,5 triliun. Aksi jual saham oleh investor asing ini lebih besar dari pekan lalu sebesar Rp 2,64 triliun. Sepanjang 2024, investor asing beli saham Rp 337,5 triliun.

Sementara itu, kenaikan tertinggi terjadi paa rata-rata nilai transaksi harian saham selama sepekan mencapai 3,27 persen sebesar Rp 11.686 triliun dari Rp 11.315 triliun pada pekan lalu.

Peningkatan juga terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian Bursa sebesar 2,87% menjadi 1,30 juta kali transaksi dari 1,27 juta kali transaksi pada pekan lalu. Kemudian peningkatan terjadi pula pada rata-rata volume transaksi harian Bursa sebesar 0,31% menjadi 21,53 miliar lembar saham dari 21,47 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

Pada pekan ini seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham teknologi merosot 5,27 persen dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi tergelincir 1,95 persen, sektor saham basic materials terpangkas 1,32 persen dan sektor saham industri susut 1,2 persen.

Selain itu, sektor saham consumer nonsiklikal merosot 0,99 persen, sektor saham consumer siklikal terpangkas 3,49 persen dan sektor saham perawatan kesehatan terpangkas 2,56 persen.

Lalu sektor saham keuangan terperosok 2,58 persen, sektor saham properti dan real estate terpangkas 3,91 persen, sektor saham infrastruktur melemah 3,46 persen dan sektor saham transportasi dan logistik susut 3,37 persen.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG terpangkas 2,91 persen dipengaruhi sejumlah faktor. Pertama, terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS). “Diperkirakan kebijakan proteksionis untuk perkembangan ekonomi domestik berimbas ke emerging market (EM) sehingga memicu ada capital outflow di IHSG,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan, the Federal Reserve (the Fed) telah memangkas suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 4,75 persen.

Kedua, rilis data ekonomi Indonesia. Di mana Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia relatif melandai menjadi 4,95 persen. “Ketiga, pergerakan harga komoditas minyak yang menguat setelah OPEC mengumumkan akan menahan produksi hingga Desember 2024,” tutur dia.

Pada pekan depan, Herditya prediksi, IHSG masih rawan koreksi dengan level support 7.099 dan level resistance 7.453.

Herditya mengatakan, pihaknya prediksi IHSG masih akan dipengaruhi sejumlah hal antara lain rilis data IKK dan penjualan ritel Indonesia, serta neraca perdagangan. Kemudian, rilis data inflasi Amerika Serikat dan industri China. “Pergerakan nilai tukar rupiah dan komoditas dunia


Posting Komentar

0 Komentar