LIVE CHAT

https://tawk.to/chat/67b5bdddd0e263191249675d/1ikeura9t

Pemerintah Mulai Prefunding, Terbitkan Sukuk Global US$2,75 Miliar untuk Biayai APBN 2025

 

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko atau DJPPR Kementerian Keuangan melaporkan bahwa pemerintah telah menerbitkan surat utang negara berupa Sukuk Global senilai US$2,75 miliar untuk membiayai APBN 2025.

Angka tersebut setara dengan Rp43,56 triliun (asumsi kurs Rp15.842 per dolar AS). Sementara dalam rencana pembiayaan APBN 2025, Prabowo ditargetkan melakukan penarikan utang baru senilai Rp775,87 triliun.

"Transaksi ini sejalan dengan strategi pemerintah untuk membiayai APBN pada tahun 2025," tulis DJPPR dalam keterangan resmi, dikutip pada Rabu (20/11/2024).

Sukuk Global dalam format Reg S/144A tersebit terdiri dari US$1,1 miliar bertenor 5,5 tahun, US$900 juta bertenor 10 tahun, dan US$750 juta bertenor 30 tahun yang jatuh tempo masing-masing pada tahun 2030, 2034, dan 2054.

DJPPR menyebutkan bahwa tingginya penerbitan tersebut sekaligus menunjukkan masih tingginya minat investor terhadap penerbitan surat utang pemerintah.

Global ini dijual pada harga par dengan tingkat imbal hasil masing-masing sebesar 5,00% untuk tenor 5,5 tahun, 5,25% untuk tenor 10 tahun, dan 5,65% untuk tenor 30 tahun. Adapun Panduan Harga Awal (Initial Price Guidance) Sukuk Global ini masing-masing sebesar 5,30% untuk tenor 5,5 tahun, 5,50% untuk tenor 10 tahun, dan 5,85% untuk tenor 30 tahun.


Posting Komentar

0 Komentar