Bitcoin (BTC) baru-baru ini secara mengejutkan turun di bawah US$ 84.000. Hal ini pun membuat banyak investor bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi. Penurunan ini terjadi meskipun ada banyak kabar positif dalam dunia kripto, seperti pengumuman Cadangan Bitcoin Strategis dan KTT Kripto di Gedung Putih yang harusnya menjadi pendorong kenaikan harga. Namun, justru sebaliknya yang terjadi.
Saat ini, Bitcoin mengalami penurunan hampir 6 persen dalam 24 jam terakhir dan berada di kisaran harga US$ 81.000. Melansir dari coingape.com, pergerakan BTC dalam seminggu terakhir menunjukkan penurunan sebesar 3,37 persen. Selain itu, volume perdagangan harian Bitcoin merosot hingga 53 persen menandakan aktivitas pasar yang melemah.
Di sisi lain, banyak dari kalangan whales justru memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli lebih banyak koin. Dalam tiga hari terakhir, mereka telah mengakumulasi lebih dari 22.000 BTC, yang menunjukkan bahwa mereka masih optimis dengan prospek jangka panjang Bitcoin.
Satu hal yang membuat banyak investor bingung, adalah penurunan harga ini terjadi setelah berbagai kabar baik yang harusnya menjadi angin segar untuk kenaikan Bitcoin. Pemerintah Amerika baru saja menandatangani perintah eksekutif untuk membentuk Cadangan Kripto Strategis, yang diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor.
Selain itu, KTT kripto di Gedung Putih dan pernyataan positif dari OCC (Office the Comptroller of the Currency) juga memberikan kabar baik bagi industri ini.
Kebingungan ini pun diungkapkan oleh salah satu analis anonim. Ia menyatakan bahwa selama delapan tahun perjalannya di dunia Bitcoin, dirinya belum pernah melihat harga bergerak begitu jauh dari sentimen pasar.
Minggu ini harusnya menjadi salah satu yang paling bullish dalam sejarah Bitcoi, tapi justru kita mengalami penurunan,” ungkap analis tersebut.
Kenapa Harga Bitcoin Lesu?
Meskipun ada banyak faktor positif, beberapa faktor eksternal justru membuat harga Bitcoin melemah. Berikut adalah beberapa penyebab utama:
.jpg)
0 Komentar