Emiten tambang emas milik konglomerat Peter Sondakh, PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) membukukan penurunan laba bersih meski pendapatan perseroan naik pada 2024.
Berdasarkan laporan keuangan 2024 yang dikutip Kamis (3/4/2025), pendapatan dari kontrak dengan pelanggan ARCI tercatat sebesar US$287,61 juta. Raihan itu meningkat 15,21% dari US$249,63 juta pada 2023.
Seluruh pendapatan ARCI pada 2024 berasal dari pasar domestik. Adapun, tiga pembeli utama emas perseroan ialah PT Swanim Murni Mulia US$139,61 juta, PT Untung Bersama Sejahtera US$74,66 juta, dan PT Indo Prosperity International US$37,2 juta.
Sepanjang 2024, ARCI mencatat beban pokok penjualan sebesar US$227,09 juta, beban penjualan US$597.305, beban umum dan administrasi US$9,04 juta, beban operasi lain US$4,89 juta, beban keuangan US$37,66 juta, dan beban pajak penghasilan US$10,12 juta.
Di sisi profitabilitas, laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih ARCI pada 2024 tercatat sebesar US$10,45 juta. Nilai itu lebih rendah 28,22% dari US$14,56 juta pada 2023.
Dengan asumsi kurs Rp16.155 per dolar AS, laba bersih ARCI pada 2024 setara dengan Rp168,94 miliar.
Pada akhir 2024, ARCI memiliki total aset US$865,39 juta. Adapun, total liabilitasnya tercatat sebesar US$592,44 juta dan total ekuitas perseroan sebesar US$272,95 juta.

0 Komentar