Saat ini, pasar mata uang kripto menunjukkan perubahan menarik dalam dominasi antara Bitcoin (BTC) dan stablecoin terbesar, yaitu Tehther (USDT) dan USD Coin (USDC). Melansir dari ambcrypto.com, dominasi gabungan kedua stabelcoin berada di 7,19 persen, dan pergerakannya dapat memberikan petunjuk penting tentang arah Pasar kedepan.
Lantas, apa artinya bagi investor? dan bagaimana hal ini bisa memengaruhi pergerakan altcoin?
Dalam beberapa bulan terakhir, dominasi USDT dan USDC terus menurun, mengikuti pola saluran menurun (descending channel) pada grafik mingguan. Ini adalah sinyal penting karena dominasi stablecoin seringkali bergerak perlawanan dengan harga aset kripto lainnya.
- Jika dominasi stablecoin naik, artinya lebih banyak investor yang memilih menyimpan dana mereka dalam aset tersebut, bukan Bitcoin atau altcoin. Ini menunjukkan ketidakpastian pasar dan kecenderungan untuk menghindari risiko.
- Sebaliknya, jika dominasi stablecoin turun, itu artinya investor mulai kembali memasukkan dana mereka ke aset seperti Bitcoin dan altcoin. Biasanya, ini mengindikasikan trend bullish di pasar.
Saat ini, pola grafik menunjukkan bahwa dominasi stablecoin kemungkinan akan terus turun, dan bisa membuka peluang kenaikan harga Bitcoin dalam waktu dekat.
USDT di Bursa Meningkat, Tanda Daya Beli Bertambah
Salah satu faktor yang mendukung potensi kenaikan ini adalah cadangan USDT di bursa kripto. Dalam 18 bulan terakhir, jumlah USDT di bursa terus bertambah dengan lonjakan signifikan terjadi pada November 2024
.jpg)
0 Komentar